Affiliate Image
Showing posts with label Tips Financial. Show all posts
Showing posts with label Tips Financial. Show all posts

Mengelola Keungan dalam Rumah Tangga

Diposting oleh chikuz - frizia | 10:46 PM


Sebelum Anda pasangan mulai merancang bagaimana bentuk pengelolaan keuangan rumah tangga, pertama-tama yang harus dilakukan adalah menghitung kewajiban finansial yang masih tertinggal. Kewajiban finansial ini dapat terjadi saat sebelum menikah atau sesudahnya, misalnya kewajiban membayar kartu kredit, asuransi, dan lain-lain. Sebab, saat Anda telah resmi menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri, pengelolaan finansial rumah tangga dilakukan satu "pembukuan keuangan", dimana diperlukan adanya keseimbangan "income dan outcome".

Selanjutnya, Anda dan pasangan mulai menghitung alokasi dana dengan mengelompokkan kedalam tiga bagian yaitu, overhead (makan dan transport), investasi, dalam bentuk tunai maupun kredit (membeli rumah, kendaraan, alat-alat elektronik, dan lain-lain), serta tabungan (asuransi dan deposito). Dari ketiga bagian tersebut harus memiliki nilai yang sama rata, yaitu sepertiga bagian. Jika Anda dan pasangan memiliki kebiasaan pergi berlibur setahun sekali bersama keluarga, maka alokasi dana yang diambil adalah bagian dari "tabungan" Anda.

Pemilihan tempat tinggal pun (bagi pasangan yang belum memiliki tempat tinggal sendiri) harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda berdua, ukuran budget bagi pasangan baru, biasanya mereka mendapat tempat tinggal yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota, dengan fasilitas yang sedang-sedang saja, akan tetapi memiliki potensi menjadi pusat keramaian. Alternatif lain, pasangan dapat memilih untuk tinggal di apartemen, hal ini mungkin dikarenakan terdapatnya nilai-nilai kemudahan yang ditawarkan, misalkan akses yang dekat dengan lokasi Anda atau pasangan Anda bekerja, fasilitas-fasilitas umum yang memadai (supermarket 24 jam, klinik kesehatan, klub kebugaran, area taman bermain untuk anak-anak, dan sebagainya).

Terkadang, uang memang seringkali menjadi penyebab terjadinya perceraian. Perselisihan mengenai keuangan bisa saja terjadi saat uang melimpah maupun disaat kekurangan. Bagi masyarakat Indonesia mungkin masih merasa risih bila harus membicarakan masalah keuangan dalam keluarga. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus belajar saling terbuka mengenai keuangannya masing-masing. Kegagalan dalam membicarakan soal uang di dalam keluarga biasanya berpotensi menimbulkan permasalahan.

Banyak orang masih merasa bahwa membicarakan keuangan dalam keluarga adalah hal yang tabu. Namun, hal tersebut sudah seharusnya dibicarakan. Karena bila hal tersebut dibiarkan berlarut-larut apakah akan terselesaikan? Persoalan kecil bisa menjadi besar bila tidak diatasi dan diselesaikan dengan bijak. Oleh karena itu dalam hal keuangan keluarga sangat dibutuhkan sebuah pola pengelolaan dimana masing-masing individu di dalam keluarga (suami dan istri) memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Dengan pembagian tanggung jawab serta diskusi yang mendalam dapat meringankan persoalan yang mungkin timbul di masa mendatang. Berikut ini tiga tipe pengelolaan yang bisa Anda pilih sesuai dengan keinginan Anda bersama pasangan :

1. Uang bersama dan sistem amplop
2. Penghasilan suami istri langsung disatukan bersama. Setelah itu, gabungan kedua pendapatan langsung dialokasikan pada masing-masing pengeluaran rutin yang telah dihitung lebih dulu. Biasanya, setiap kebutuhan bisa menggunakan dengan satu amplop. Masing-masing kebutuhan pengeluaran tersebut, pada beberapa keluarga, bukan saja kebutuhan rumah tangga makan minum, dan listrik saja, tapi juga termasuk membayar kredit rumah, cicilan mobil, listrik, telepon, uang sekolah anak, asuransi dan kebutuhan mobil (bensin, servis berkala, kerusakan, dan lain-lain). Bahkan tabungan, pengeluaran pribadi ayah-ibu dan liburan pun jadi amplop tersendiri. Bila masih terdapat sisa, dapat dimasukkan ke dalam tabungan suami atau istri, atau khusus membuka lagi account di bank untuk tabungan bersama dari sisa pengeluaran setiap bulannya. Membagi berdasar persentase
3. Bentuk manajemen seperti ini adalah untuk membagi tanggung jawab dalam bentuk jumlah atau persentase seluruh kebutuhan keluarga setiap bulan yang dihitung termasuk kebutuhan darurat dan tabungan. Maka suami istri sepakat menyumbang sebesar jumlah tertentu untuk menutupi kebutuhan tersebut. Sisanya digunakan sebagai tabungan pribadi untuk kebutuhan pribadi. Misalnya, istri membeli parfum, lipstik, atau baju. Bisa juga tanpa menghitung kebutuhan keluarga terlebih dahulu, suami istri memberi kontribusi yang sama berdasarkan prosentase. Misalnya, 80 : 20. Artinya, masing-masing "menyetor" 80 persen dari gajinya. Sisa 20 persen disimpan untuk masing-masing. Jika bisa berhemat, dari uang bersama yang 80 persen, bisa tersisa untuk tabungan keluarga, di samping suami dan istri juga masing-masing punya tabungan pribadi. Membagi tanggung jawab
Suami istri bisa membicarakan hal ini sebelumnya, untuk memutuskan hal mana saja yang perlu menjadi tanggung jawab suami ataupun istri. Misalnya, suami mengeluarkan biaya untuk urusan "berat", seperti membayar kredit rumah, cicilan mobil, listrik, telepon, uang sekolah anak, kebutuhan mobil, dan asuransi. Sementara bagian istri adalah belanja logistik bulanan, pernak-pernik rumah, jajan, dan liburan akhir pekan dan tabungan. Dilihat dari jumlahnya, suami menanggung lebih banyak dana. Tapi istri juga punya peranan dalam kontribusi dana rumah tangga. Kalau ternyata istri yang memiliki pendapatan lebih besar, tentunya hal ini juga bisa dilakukan sebaliknya.

Jadi, Anda bisa memilih mana yang terbaik. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan tentunya kesepakatan antara suami dan istri. Diskusikan hal ini dengan pasangan masing-masing, agar persoalan keuangan keluarga bukan lagi menjadi masalah dalam keluarga. Namun, satu hal terpenting disini adalah saling keterbukaan serta menjalani kehidupan keluarga dengan tanggung jawab bersama.

Sumber Artikel

Read More...

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN REKSADANA

Diposting oleh chikuz - frizia | 11:25 PM
Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan seputar kelebihan dan kekurangan resadana :
  1. Apa bedanya saham dengan RD saham? Mana yang lebih menguntungkan?

  2. Bagaimana caranya berinvestasi ke dalam RD?

  3. Ke mana atau kepada siapa saya harus menghubungi atau memperoleh informasi tentang perusahaan RD? Apakah di propinsi saya ada perusahaan RD tersebut?

  4. Kapan keuntungan/bunga RD diperoleh, per bulan atau per tahun?

  5. Apakah RD bisa dicairkan atau dijual/ beli sewaktu-waktu tanpa terikat jangka waktu tertentu?

  6. Apakah kerugian RD dibanding deposito biasa atau jenis investasi lain?

 

Berikut ini jawaban atas pertanyaan diatas .

  1. Mengenai beda saham dan RD saham, sebetulnya keduanya hampir sama. Bedanya adalah bahwa pada investasi saham, keputusan untuk memilih saham mana yang hendak dibeli terletak di tangan Anda. Sedangkan pada RD Saham, pemilihan saham mana yang ingin dibeli bukan terletak di tangan Anda, tetapi di tangan Tim Pengelola Investasi.

    Pada RD Saham, biasanya portofolio investasi yang ada didalamnya tidak 100% di saham, tetapi digabung juga dengan obligasi sehingga risiko turun naiknya harga (seperti pada investasi saham) bisa ditekan.

    Mana yang lebih menguntungkan dari keduanya? Jawabannya relatif.Jika Anda memiliki modal yang cukup besar dan ingin berinvestasi secara optimal, mungkin membeli saham langsung akan lebih menguntungkan bagi Anda.Namun jika Anda memiliki modal yang relatif sedikit dan masih awam akan dunia investasi serta tidak mampu menanggung risiko terlalu besar, maka RD saham bisa jadi lebih menguntungkan bagi Anda.

  2. Cara berinventasi dengan RD mudah saja. Anda bisa datang ke sebuah perusahaan yang menjual RD, mengisi formulir pendaftarannya, dan membeli Unit Penyertaan (UP)-nya. Reksa Dana pada umumnya sudah bisa dibeli dengan investasi awal minimal sebesar Rp 100 ribu hingga 500 ribu saja. Tinggal nanti dibagi dengan harga UP pada hari itu.

    Sebagai contoh, bila Anda ingin berinvestasi sebesar Rp 400 ribu, sedangkan harga UP saat itu adalah Rp 1.200 per UP-nya, dengan demikian Anda akan mendapatkan: Rp 400.000 : Rp 1.200 = 333,33 UP. Itulah jumlah UP yang akan Anda dapatkan.

  3. Setahu saya belum ada buku yang berisikan alamat lengkap dari perusahaan-perusahaan Reksa Dana. Namun demikian, kalau Anda bisa buka internet, Anda bisa coba mendapatkan informasi mengenai daftar alamat perusahaan RD di website resmi Safir Senduk & Rekan di alamat www.perencanakeuangan.com. Setelah masuk ke alamat itu, klik menu "Referensi" lalu klik "Reksa Dana". Dari situ Anda akan menemukan sebagian dari alamat perusahaan RD yang ada di Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat.

    Saya tidak tahu secara pasti apakah ada perusahaan RD atau agennya yang beroperasi di propinsi Anda. Namun itu bukan masalah, karena di mana pun Anda berada di seluruh Indonesia, Anda bisa menelepon perusahaan Reksa Dana (yang setahu saya semuanya berkantor pusat) di Jakarta, dan minta agar mereka mengirimkan brosur, prospektus, formulir pendaftaran dan formulir pembelian Unit Penyertaan ke alamat Anda. Selanjutnya, Anda bisa mendaftar dan membeli unit penyertaan tersebut dengan mem-fax atau mengirimkan formulir-formulir yang diperlukan ke perusahaan Reksa Dana melalui pos, dan memberikan uangnya melalui transfer bank.

  4. Ada dua macam keuntungan yang bisa kita peroleh dari RD. Keuntungan yang pertama adalah kenaikan atas nilai unit penyertaanyang kita miliki, di mana kita akan menikmati keuntungan itu jika menjual UP tersebut pada harga yang lebih tinggi dari harga ketika kita membelinya.

    Sedangkan keuntungan yang kedua adalah dari pembagian uang tunai, namun yang kedua ini biasanya hanya untuk RD saham saja dan - biasanya juga - tiap perusahaan RD punya kebijakan pembagian uang tunai yang berbeda. Ada pembagian uang tunainya dilakukan sekali dalam setahun, tetapi ada juga yang dua kali setahun. Jadi, keuntungan pertama hanya Anda dapatkan kalau Anda menjual kembali UP Reksa Dana Anda, dan keuntungan kedua akan Anda dapatkan sekali atau dua kali dalam setahun, tergantung kebijakan perusahaan Reksa Dana Anda.

  5. Benar. RD bisa dicairkan atau dijual/beli sewaktu-waktu tanpa terikat jangka waktu tertentu. Namun demikian, perusahaan Reksa Dana biasanya akan lebih senang kalau Anda berinvestasi untuk jangka waktu yang panjang. Itulah sebabnya, di sebagian perusahaan Reksa Dana, kalau Anda menjual kembali UP Reksa Dana Anda dalam waktu pendek (misalnya saja kurang dari setahun setelah Anda membelinya pertama kali), Anda harus membayar biaya penjualan kembali sebesar jumlah tertentu (sekitar 0,75% - 1,5% dari total transaksi). Makin lama jangka waktu penjualan kembalinya, makin kecil biayanya, bahkan cenderung hampir tidak ada.

  6. Jika dibandingkan dengan produk investasi lain, kekurangan RD pada saat ini adalah bahwa keputusan pemilihan investasi tidak dilakukan oleh Anda, tapi dilakukan oleh Tim Pengelola Investasi (bagi sebagian orang ini adalah kelemahan, namun bagi orang awam ini adalah kelebihan).

    Kelemahan lain dari RD bila dibanding deposito biasa adalah risikonya yang lebih besar dibandingkan dengan deposito/tabungan (tetapi jangan lupa bahwa secara umum, investasi yang memiliki risiko yang lebih besar biasanya juga menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar juga).

Mudah mudahan informasi diatas dapat berguna khususnya bagi yang awam mengenai reksadana.

Read More...

UNTUNG RUGI ARISAN

Diposting oleh chikuz - frizia | 11:12 PM
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 825/XVI

Pertanyaannya sekarang, banyak dari kita yang memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang arisan. Apa sih untung rugi dari mengikuti arisan? Bukankah arisan itu cuma jadi ajang ngerumpi ibu-ibu saja?

Bapak-Ibu, bagi Anda yang masih belum mengerti tentang apa itu arisan, saya akan mencoba menjelaskannya sekilas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan arisan merupakan kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi diantara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya, undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya.

Bahkan dalam perkembangan arisan tak hanya diartikan sebagai ajang kumpul-kumpul sosialisasi. Sekarang arisan sudah berkembang luas. Ada arisan lewat surat, email, dan lain-lain. Bahkan para peserta tidak saling kenal apalai ketemu. Untuk jenis yang terakhir saya sebutkan ini, saya tidak menyarankannya Anda mengikuti karena terlalu banyak unsur yang tidak jelas. Jika Anda tidak mendapatkan hasil yang dijanjikan tidak ada pihak yang bisa Anda tuntut.

Jadi, mari kita bicara arisan yang "konvensional" saja. Bicara tentang arisan jenis ini, yang terbayang mungkin adalah kegiatan kumpul-kumpul yang dilakukan oleh sejumlah orang, yang disertai juga dengan "kumpul-kumpul" uang atau benda lain yang disepakati bersama dengan nilai tertentu.

Pada pertemuan pertama, belum ada yang mendapatkan apa-apa, karena baru "kumpul-kumpul" saja. Tetapi, pada pertemuan pertama itu pulalah disepakati, apa jenis arisannya (uang atau barang), siapa saja pesertanya, berapa nilai yang diharapkan dari masing-masing peserta, dan disepakati kapan waktu untuk mengadakan rutinitas arisan tersebut.

Bila pada pertemuan pertama itu dapat langsung dikumpulkan uang atau barang yang disepakati, maka pada pertemuan pertama itu pula langsung diadakan pengundian untuk menentukan siapa memperoleh akumulasi dari uang atau barang dari peserta lainnya.

Misalnya, Anda dan sembilan orang rekan Anda menjadi peserta arisan yang sudah sepakat untuk mengumpulkan masing-masing Rp 100 ribu per bulan, sehingga total terkumpul Rp 1 juta setiap bulan. Berarti, setiap bulannya, salah satu peserta akan mendapatkan Rp 1 juta tersebut dengan cara diundi. Pada bulan berikutnya, undian dilanjutkan untuk peserta yang belum dapat. Tentu saja, peserta yang sudah pernah mendapat undian tetap harus menyetor Rp 100 ribu setiap bulan sampai 10 bulan, atau sampai semua peserta kebagian mendapat undian.

Ini hanya sekadar ilustrasi, mengambil contoh kalau yang dikumpulkan oleh peserta arisan adalah uang. Pada kenyataannya, yang dikumpulkan oleh peserta arisan bisa berupa barang jenis apapun tergantung kesepakatannya, seperti yang saya sebutkan tadi.

Sekarang, apa untung ruginya ikut arisan? Oke kita bahas Untungnya dulu ya?

  1. Kesempatan untuk melakukan sosialisasi dan memperluas jaringan
  2. Kepastian mendapatkan uang atau barang yang jelas nilainya dalam jangka waktu tertentu
  3. Dapat digunakan sebagai sarana untuk "memasarkan sesuatu".
  4. Jika mendapat undian di awal periode arisan, berarti Anda mendapat pinjaman tanpa bunga
  5. Sarana "berlatih" menabung

Mari kita bahas satu per satu :

  1. Kesempatan untuk melakukan sosialisasi dan memperluas jaringan
    Lewat arisan Anda bisa lebih saling mengenal satu sama lain, yang tentunya membuat Anda lebih akrab dengan sesama peserta arisan. Hubungan yang lebih baik ini dapat memudahkan juga urusan-urusan Anda lainnya di luar, yang berkaitan dengan sesama peserta arisan.

    Contoh, kalau Anda ikut arisan karyawan kantor di mana Anda bekerja di dalamnya, hubungan Anda dengan sesama rekan kerja Anda, baik yang di bawah (staf) maupun atasan Anda menjadi lebih baik, karena seringnya pertemuan secara tidak resmi di arisan.

    Kedekatan Anda dengan peserta lainnya dalam arisan dapat dikembangkan menjadi hubungan yang semakin baik dalam pekerjaan. Contoh lain, khusus untuk kaum perempuan, kalau Anda ikut arisan istri-istri karyawan suatu kantor di mana suami bekerja di dalamnya, hubungan baik Anda dengan istri bos misalnya, mungkin saja memudahkan urusan suami Anda di kantornya dengan bosnya.

    Mengapa arisan dapat memperluas jaringan? Ini juga bisa terjadi, kalau peserta arisan lainnya memperkenalkan Anda dengan teman atau relasinya, yang misalnya ikut diajak menghadiri arisan. Anda jadi tambah kenalan, yang siapa tahu berguna bagi Anda saat ini atau mungkin di masa mendatang. Apapun, dari segi sosialisasi, sangat banyak yang bisa Anda lakukan dengan menghadiri suatu arisan.

  2. Kepastian mendapatkan uang atau barang yang jelas nilainya dalam jangka waktu tertentu
    Dengan mengikuti arisan, Anda jadi dapat memperkirakan, berapa waktu maksimal yang Anda butuhkan untuk memperoleh uang atau barang dalam jumlah tertentu. Ini tentunya memudahkan Anda dalam membuat perencanaan pengeluaran Anda. Kalau kita masih melihat contoh tadi, dimana diperkirakan setiap bulan diperoleh uang Rp 1 juta, maka sudah pasti jumlah uangnya tidak akan kurang dari itu, dan waktunya, walaupun bervariasi antara 1 sampai 10 bulan. Kalau Anda ingin beli sebuah gaun dengan uang tadi, sudah jelas perkiraan waktunya. Syukur-syukur Anda dapat di awal arisan atau bulan pertama, yang berarti Anda seperti dapat pinjaman, tetapi untuk membayar pinjaman tersebut Anda tidak dikenakan bunga. Kalaupun Anda dapat di akhir periode arisan, misal 10 bulan, ini berarti Anda seperti menabung (walaupun tidak dapat bunga). Dan siapa tahu, pada bulan ke-10, gaun itu sedang diobral oleh penjualnya? Berarti harganya turun dong? (tetapi jangan lupa juga, bisa saja harganya justru sedang naik, ini berarti Anda tidak mendapatkan keuntungan)

  3. Dapat digunakan sebagai sarana untuk "memasarkan sesuatu"
    Kalau Anda hobi punya barang-barang yang bisa Anda jual, coba bawa barang itu pada saat arisan. Siapa tahu, peserta arisan yang lain tertarik untuk membelinya. Ini adalah cara pemasaran yang cukup menarik, karena mungkin saja ada faktor "sungkan" dari peserta arisan sehingga membeli barang Anda. Ingat lo, itu hanya mungkin, artinya belum pasti, dan kalaupun ada rasa sungkan itupun jangan sampai kita manfaatkan secara berlebihan. Lama-lama, dari sungkan jadi "sebel".

    Begitu juga kalau kita punya keahlian, buatlah keahian kita diketahui peserta arisan lainnya, siapa tahu mereka tertarik memakai jasa kita. Contoh, kalau kita bisa mengajari bahasa Inggris untuk anak-anak, siapa tahu kita diminta mengajari anak-anak dari peserta arisan tersebut.

  4. Jika mendapat undian di awal periode arisan, berarti Anda mendapat pinjaman tanpa bunga
    Nah, kalau ini termasuk jenis keuntungan yang tidak pasti, karena namanya undian, Anda tidak tahu kapan akan mendapatkannya, di awal, tengah, atau akhir periode arisan. Tapi, kalau Anda mendapatkannya di awal, ini lebih menguntungkan dibanding pinjam uang dari bank misalnya, atau pihak manapun yang biasanya meminta pengembalian berupa bunga.

  5. Sarana "berlatih" menabung
    Nah, kalau yang ini, khusus bagi Anda yang sulit atau belum terbiasa untuk menabung. Ikut arisan adalah pilihan yang baik. Mau tidak mau, Anda "dipaksa" untuk menyisihkan uang atau barang tertentu pada periode tertentu dan melatih Anda untuk lebih merencanakan segala sesuatu dengan lebih matang. Tapi, kalau Anda sudah disiplin menabung, ya tidak usah ikut arisan kalau motivasinya hanya latihan menabung, kan Anda sudah pintar?


Read More...

KEBUTUHAN VS KEINGINAN

Diposting oleh chikuz - frizia | 10:06 PM

Oleh: Ahmad Gozali - Dikutip dari Majalah ALIA

Hati-hati kalau Anda tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena kalau Anda tidak bisa membedakan yang mana itu yang masuk sebagai kebutuhan dan yang mana yang sebenarnya masuk sebagai keinginan, bisa-bisa Anda menjadi orang yang boros.

Dan boros ini bisa menjadi biang masalah dalam keuangan Anda. Dengan hidup boros, lama kelamaan bisa terjadi defisit. Pemasukan Anda sudah tidak mampu lagi membiayai pengeluaran yang terus membesar karena sifat boros. Dan kalau sudah defisit, seringkali mencari jalan keluar yang singkat yaitu dengan berhutang. Hutang, apalagi yang berbunga, bisa membuat Anda bangkrut. Dan bangkrut itu adalah akhir dari nasib keuangan Anda.

Karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka dengan ringannya Anda bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sesuatu. Padahal mungkin uang itu akan lebih bermanfaat kalau sekiranya digunakan untuk hal lainnya.

Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan juga bisa membuat Anda tidak bisa menentukan dengan baik prioritas dalam melakukan pembelanjaan. Malah, bisa jadi Anda mengorbankan suatu kebutuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Apa sih bedanya antara kebutuhan dan keinginan?

Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Tapi sebagai panduan, seroang kawan saya memberi definisi berikut:

Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.

Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Itu kalau kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.

Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua.

Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.

Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja.

Rumah juga kebutuhan, tempat kita tinggal dan bernaung. Agar rumah bisa berfungsi dengan baik, rumah juga ditunjang dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan perabotan lainnya. Setiap alat dan perabotan itu memiliki fungsinya masing-masing. Selama itu digunakan sesuai dengan fungsinya, itu adalah kebutuhan. Tapi kalau sudah digunakan untuk "pamer", sekedar menunjukkan kepada tetangga bahwa kita pun mampu membeli seperti mereka. Saya rasa itu bukan lagi kebutuhan, itu hanya keinginan. Dan keinginan seperti ini sebaiknya tidak dituruti.

Standar kebutuhan dan keinginan bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Tentunya sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan/profesi dan sebagainya.

Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi.

Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.

Apalagi memiliki beberapa jenis mobil, padahal kita hanya bisa menggunakannya satu saja. Saya rasa itu sudah jelas keinginan, sama sekali bukan kebutuhan.

Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda.

Tidak ada salahnya memang kita memenuhi keinginan kita untuk sekali-kali makan di restoran untuk merayakan sesuatu, atau memasang aksesori mobil agar lebih aman dan nyaman. Tapi ingat, jangan sampai hal iu mengorbankan kebutuhan kita yang lain yang lebih penting.

Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda, tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan di masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang.

Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan kebutuhan. Dan jangan sampai melupakan bahwa kebutuhan tidak musti semua datang sekarang, karena masih ada kebutuhan untuk dipenuhi di masa depan. Sedangkan yang namanya keinginan manusia tidak akan pernah ada batasnya, nanti atau sekarang.

Jadi, buat apa memenuhi keinginan Anda sekarang tapi mengorbankan kebutuhan Anda dan keluarga di masa depan.


Read More...

FAKTOR KUNCI KREDIT RUMAH

Diposting oleh chikuz - frizia | 7:42 PM
Oleh: Mike Rini

Dikutip dari Danareksa.com

Membeli rumah mereka melalui kredit rumah, bisa jadi merupakan ikatan, komitmen atau perjanjian hutang piutang terbesar dan terpanjang yang mungkin pernah Anda putuskan. Karena harga rumah yang mahal maka semakin besar pula kredit rumah yang dibutuhkan dan semakin panjang pula waktu untuk mengembalikannya, biasanya berlangsung sampai antara 10 sampai 15 tahun dari hidup Anda.

Jika kita perhatikan saat ini di pasaran kredit rumah telah banyak terjadi perubahan. Kredit rumah yang banyak disuplai dari bank telah membuat berbagai penawaran yang variatif untuk menarik minat masyarakat agar mau mengambil produk kredit rumahnya. Kenyataan bahwa telah terjadi perubahan di dunia perbankan, dimana banyak pemain lama yang kandas dan adanya pemain baru yang muncul juga semakin menambah suasana kompetisi yang panas. Dengan semakin banyaknya pilihan kredit rumah ini seharusnya memang semakin menguntungkan bagi kita para calon konsumen.

Sayangnya mendapatkan kredit rumah dari bank tidak menjadi lebih mudah dari tahun ke tahun. Untung saja, kita tidak harus membuat antrian panjang di bank untuk mengajukan kredit rumah. Walaupun demikian, proses persetujuan kredit rumah tetap saja harus melalui berbagai tahap proses penyaringan.

Kerumitan itu bahkan terus bertambah dengan macam-macam proses administrasi dan legalisasi yang memang sudah satu paket yang tidak terpisahkan dengan kredit rumah. Belum lagi biaya-biaya seputar transaksi pembelian rumah berikut biaya pengikatan kreditnya, serta biaya administrasi lainnya. Tidak heran jika banyak orang menganggap proses mendapatkan kredit rumah itu sangat panjang dan rumit.

Namun, jangan putus asa, memilih kredit rumah yang sesuai dengan Anda tidak sesulit yang Anda bayangkan, dan berharap agar permohonan kredit rumah Anda disetujui bukanlah tidak mungkin, jika Anda menjalankan beberapa langkah dasar berikut ini.

Saya membutuhkan pinjaman untuk membeli rumah.
Darimana saya harus mulai ?
Area paling penting yang pertama kali harus Anda analisa adalah kemampuan finansial Anda. Tidak ada gunanya jika Anda memaksa meminjam di luar kesanggupan Anda mengembalikannya. Jika Anda melakukannya juga, Anda mungkin berakhir dengan memiliki rumah impian Anda, namun menderita secara finansial ketika dari waktu ke waktu mencoba memenuhi kewajiban pembayaran cicilan kredit rumah yang terlalu besar sambil berusaha sekuat tenaga memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang cenderung meningkat tiap tahun.

Jadi bagaimana saya memastikan bahwa saya mengambil kredit rumah yang tidak akan membayakan kondisi keuangan saya ?
Pada umumnya bank-bank sebagai pihak yang memberikan pinjaman atau sebagi pihak kreditur akan membantu Anda menghitung berapa jumlah pinjaman kredit rumah yang berada dalam wilayah kesanggupan finansial anda. Ketika menganalisa kesanggupan Anda dalam meminjam, bank bisanya menggunakan 5 faktor sebagai pertimbangan dalam menentukan berapa besarnya pinjaman.

Lima faktor itu adalah, penghasilan Anda saat ini, jumlah hutang yang berjalan dan berapa jumlah cicilan hutangnya per bulan, besarnya pembiayaan sendiri, sejarah hutang Anda sebelumnya, dan keberlangsungan penghasilan Anda.

Dengan mengetahui ke 5 faktor kunci ini, diharapkan bisa membantu Anda memperkirakan terlebih dahulu berapa besarnya jumlah kredit rumah yang sanggup Anda pinjam dan yang bisa disetujui bank Anda.

  1. Penghasilan
    Untuk menghitung berapa besarnya maksimal pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan saat ini, biasanya bank menggunakan metode yang sederhana saja yaitu menggandakan penghasilan utama ditambah penghasilan ke dua, yang biasa dikenal dengan metode " tiga ditambah satu ". Jadi jumlah pinjaman maksimal adalah "3 kali penghasilan utama pertahun, ditambah satu kali penghasilan ke dua per tahun".

    Contohnya begini jika, jika pasangan suami istri mengajukan kredit rumah, dimana penghasilan suami Rp 5 juta perbulan atau Rp 60 juta pertahun, dan penghasilan istri Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta per tahun, maka bank kemungkinan akan bisa memberikan maksimal pinjaman sampai dengan jumlah Rp 216 juta. Namun jika Anda masih single maka yang diperhitungkan adalah penghasilan utama saja sebab belum memiliki joint income dengan pasangan.

    Jenis penghasilan yang dipertimbangkan oleh bank bervariasi, namun secara umum penghasilan yang rutin dan terjamin atau sudah pernah diterima secara rutin dimasa lalu-lah yang diperhitungkan. Sebaliknya penghasilan yang tidak rutin atau sesekali saja seperti uang lembur, kemungkinan besar akan diabaikan.

    Bank juga akan membutuhkan bukti tertulis yang bisa memverifikasi penghasilan Anda dan untuk mengecek kebenarannya kemungkinan akan langsung bertanya kepada perusahaan pemberi kerja Anda. Bukti tertulis yang diminta berupa slip gaji terakhir, surat keterangan lama bekerja, kemudian fotocopy dari buku tabungan Anda selama 3 bulan terakhir. Jika Anda seorang wirausahawan maka data-data keuangan yang diminta biasanya berupa fotocopy rekening tabungan atau giro Anda di bank. Kemudian untuk memverifikasi usaha Anda biasanya juga diminta data-data ijin usaha seperti NPWP, SIUP, TDP, dan lain-lain.

    Namun dengan kriteria ini, apa boleh buat, buat Anda yang penghasilannya kecil maka jumlah pinjaman yang diberikan bank juga kecil, dan semakin besar penghasilan Anda, maka semakin besar pula pinjaman yang bisa diberikan.

  2. Hutang atau kewajiban yang berjalan
    Jika saat ini Anda sudah memiliki hutang yang berjalan, dengan kewajiban pembayaran cicilan hutang bulanan, maka otomatis bank akan mengurangi jumlah pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan Anda. Hal ini disebabkan kewajiban yang berjalan tadi sudah mengurangi kemampuan Anda dalam mengambil pinjaman berikutnya, juga mengurangi kemampuan Anda dalam membayar cicilan hutang bulanan selanjutnya.

    Bayangkan jika kita sudah memiliki cicilan hutang saat ini, kemudian ditambah lagi dengan cicilan kredit rumah. Berapa banyak penghasilan kita yang sudah dihabiskan untuk membayar cicilan hutang saja ? Jika cicilan hutang kita terlalu besar, akibatnya kita akan kesulitan membayar pengeluaran rumah tangga lainnya. Bank tidak ingin Anda terus mengalami kesulitan likuiditas ini selama dalam masa pembayaran kredit rumah Berapa besar jumlah pinjaman kredit rumah yang akan disesuaikan akan tergantung dari besarnya jumlah hutang yang berjalan ini.

    Penyesuaian biasanya dilakukan dengan dua pendekatan – bank akan mengurangi jumlah pinjaman kredit rumah, atau menyesuaikan besarnya jumlah cicilan bulanan. Batas maksimal total cicilan hutang bulanan sebuah keluarga yang dianggap aman oleh bank adalah sebesar 30% saja dari total penghasilan bulanan keluarga. Berdasarkan metode kedua maka bank akan menyesuaikan besarnya jumlah cicilan kredit rumah, agar jika ditambahkan dengan cicilan hutang sebelumnya jumlahnya tidak melebihi batas maksimal tadi. Kesimpulannyanya semakin banyak hutang Anda yang berjalan, maka semakin kecil kemungkinan mendapatkan pinjaman baru dari bank atau tidak sebesar yang Anda inginkan.

  3. Besarnya pembiayaan sendiri
    Terlepas dari faktor penghasilan seseorang, maka besarnya jumlah kredit rumah juga disesuaikan dengan harga rumah yang akan dibeli. Namun pada umumnya bank tidak memberikan 100% pinjaman berdasarkan harga rumah, namun rata-rata sekitar 70%nya saja dari harga rumah, sisanya harus dibiayai sendiri oleh Anda.Pada kenyataannya saat ini beberapa bank bahkan mau membiayai sampai sebesar 80% hingga 90% dari harga rumah. Bank memang meminta calon peminjam untuk turut membiayai pembelian rumahnya, yang dianggap sebagai uang muka yang dibayarkan kepada penjual rumah.

    Uang muka ini harus Anda siapkan sendiri, sehingga walaupun Anda membeli rumah dengan kredit rumah, Anda tetap harus mempersiapkan sejumlah uang tunai untuk sisa harga rumah yang tidak dibiayai bank. Semakin besar kemampuan pembiayaan sendiri, maka semakin kecil pula risiko untuk bank, sehingga semakin besar peluang Anda mendapatkan kredit rumah. Namun dilain pihak, jika jumlah pembiayaan sendiri semakin besar maka jumlah pembiayaan dari bank semakin kecil.

  4. Sejarah hutang sebelumnya
    Jika Anda pernah memiliki sejarah hutang yang kurang baik sebelumnya, maka jangan heran jika pada saat ini lebih sulit bagi Anda untuk mendapatkan pinjaman bank. Begitu permohonan kredit rumah Anda diterima bank maka bank segera akan mencari data-data sejarah hutang Anda dimasa lalu. Apakah Anda pernah punya cicilan hutang yang macet di tempat lain dan belum selesai sampai sekarang, apakah pernah berurusan dengan pengadilan sehubungan dengan perkara pinjam meminjam. Kebijakan masing-masing bank berbeda-beda dalam menilai dan bertoleransi tentang sejarah hutang masa lalu ini.

    Jika perkaranya sudah selesai dan Anda telah mengatakan sebelumnya kepada pihak bank sebelum diminta – atau sebelum bank mencari tahu sendiri, mungkin bisa jadi nilai tambah buat Anda dan meningkatkan kepercayaan bank kepada Anda. Yang pasti, besar kecilnya pinjaman yang diberikan akan disesuaikan dengan faktor risiko gagal bayar yang pernah terjadi di masa lalu.

  5. Keberlangsungan penghasilan Anda
    Walaupun kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan atau perusahaan tempat bekerja cukup bisa dimaklumi, namun bank lebih menyukai calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil dengan peningkatan karir yang cukup baik. Paling tidak pada perusahaan yang sekarang ini masa kerja Anda sudah lebih dari 2 tahun dan sudah diangkat sebagai pegawai tetap. Buat Anda yang berwirausaha, maka bank akan sangat mempertimbangkan berapa lama bisnis Anda sudah berjalan.

Alasannya sederhana karena semakin lama usia bisnis tersebut berarti sudah berjalan cukup baik dan lebih berpengalaman untuk bisa bertahan di masa yang akan datang. Minimal 2 tahun dari usaha yang berjalan dinilai cukup aman oleh bank dalam memberikan kredit kepada para wirausahana.

Masa kerja dan status kepegawaian bagi Anda yang karyawan, kemudian lamanya usaha Anda sudah berjala bagi Anda yang pengusaha, merupakan hal-hal yang dipertimbangkan bank sebagai indikasi keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, dan tentunya mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman nanti. Intinya semakin terjamian keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, maka kemungkinan bank memberikan pinjaman sebesar yang Anda butuhkan semakin besar.


Read More...

KALAU BISA EMPAT,KENAPA HARUS SATU?

Diposting oleh chikuz - frizia | 7:41 PM
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Majalah Alia

Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok pasca kenaikan harga BBM nampaknya sudah bukan hal yang aneh lagi. Bahkan sebelum harga BBM resmi naik, harga-harga sudah mulai naik mendahului. Tentu saja hal ini membawa konsekuensi yang tidak sedikit pada anggaran rumah tangga setiap orang. Otomatis pengeluaran akan bertambah, sementara penghasilan....? nampaknya diam di tempat tak bergerak.

Lalu bagaimana mengatasinya? Dalam keadaan defisit, selalu ada dua jalan keluar. Cara pertama yaitu dengan mengurangi pengeluaran atau melakukan penghematan, dan cara kedua yaitu dengan menambah penghasilannya. Atau jika keduanya dilakukan sekaligus akan lebih baik lagi.

Berhemat adalah cara yang cukup efektif dalam jangka pendek. Tapi hemat juga ada batasnya, lagipula kenaikan harga ini sepertinya bukan cuma sekali. Maka solusi untuk jangka panjang lebih tepat adalah dengan menambah penghasilan agar tidak lebih besar pasak dari pada tiang.

Menambah penghasilan bukan cuma berarti meminta kenaikan gaji pada atasan, atau mencari pekerjaan baru yang lebih menjanjikan. Itu memang bisa dilakukan, tapi tidak selalu berhasil pada setiap orang. Kalau menambah penghasilan dari sumber yang sudah ada sekarang dirasa sulit, maka mau tidak mau Anda harus mencari sumber pemasukan yang lain sebagai tambahan.

Pada dasarnya, ada banyak sumber untuk mendapatkan penghasilan. Dan yang paling populer sekarang ini adalah dengan membagi sumber pemasukan menjadi 4 kelompok. Yaitu sumber pemasukan yang berasal dari bekerja sebagai Karyawan, menjadi Pekerja Mandiri, Pemilik Usaha, atau sebagai Investor. Biasanya sumber pemasukan ini dibagi kedalam kuadran (bidang empat) dan populer dengan sebutan cash flow quadrant.

  1. Bekerja Sebagai Karyawan
    Ini adalah sumber penghasilan yang paling populer dan banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita. Yaitu dengan menjadi karyawan yang bekerja baik itu di pabrik, perusahaan, pemerintah, maupun usaha kecil. Seorang karyawan mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya berupa gaji yang jumlahnya tetap dan pasti. Inilah yang bagi sebagian orang menjadi faktor utama dipilihnya jalur menjadi karyawan sebagai sumber penghasilan. Selain itu, dengan menjadi karyawan juga bisa mendapatkan keamanan dan jaminan masa depan. Misalnya dengan adanya jaminan tunjangan asuransi kesehatan dan pensiun. Biasanya seorang karyawan memiliki jam kerja yang tetap setiap hari, kecuali untuk karyawan pabrik yang punya jadwal shift. Sehingga sulit rasanya untuk bisa menjadikan karyawan sebagai penghasilan tambahan jika sekarang ini sudah bekerja sebagai karyawan di perusahaan lain. Tapi kalau sekarang Anda bukan karyawan, maka tidak ada salahnya untuk menjadi karyawan sebagai side job Anda dan mendapatkan penghasilan tambahan berupa gaji bulanan.

  2. Pekerja Mandiri
    Tidak semua orang bisa menjadi pekerja mandiri. Karena ada satu syarat mutlak untuk menjadi pekerja mandiri, yaitu keahlian khusus. Karena menjadi pekerja mandiri adalah menjual keahlian Anda pada orang lain secara freelance. Contoh dari pekerja mandiri adalah seorang dokter yang membuka praktek di rumahnya, pengacara yang menerima tugas mendampingi kliennya, seorang tukang jahit atau katering yang menerima pesanan konsumennya. Seorang pekerja mandiri tidak mendapatkan gaji bulanan seperti halnya karyawan, melainkan mendapatkan honor atau fee langsung dari konsumennya atas jasa yang dilakukannya. Jika Anda memiliki keahlian khusus yang bisa diandalkan, maka menjadi pekerja mandiri nampaknya bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan. Mungkin selain bekerja sebagai karyawan sekarang ini, Anda bisa juga tetap menerima pesanan kue atau jahitan di luar jam kantor. Atau mungkin menerima panggilan reparasi alat elektronik di malam hari atau hari libur sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama.

  3. Pemilik Usaha
    Kalau karyawan adalah profesi yang paling populer dan banyak dilakukan orang, maka menjadi pemilik usaha adalah profesi yang paling banyak diinginkan orang, apapun profesinya sekarang. Percaya atau tidak, sebuah survey pernah membuktikan bahwa mayoritas responden mengatakan ingin menjadi pengusaha walaupun mereka pada saat itu kebanyakan bekerja sebagai karyawan swasta atau PNS. Yang dimaksud dengan menjadi pemilik usaha adalah mengandalkan pemasukan terutama dari hasil usaha berupa prive atau deviden, bukan dari gaji bulanan. Kalau Anda sekarang masih menjadi pimpinan di perusahaan Anda sendiri dan menerima gaji rutin setiap bulan, itu artinya Anda masih bisa dikatakan sebagai karyawan. Walaupun Anda pemilik usaha tersebut, tapi penghasilan Anda bukan sebagai pemilik usaha melainkan sebagai karyawan. Pemilik usaha yang saya maksud disini adalah seseorang yang sumber penghasilannya dari usaha yang ia miliki, bukan dari pekerjaan yang ia lakukan. Biasanya, pemilik usaha bisa memiliki banyak waktu luang karena ia hanya perlu mengontorol usahanya sewaktu-waktu saja. Ia masih punya banyak waktu luang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara lain seperti bekerja sebagai karyawan di tempat lain atau menjual keahlian yang dimilikinya. Atau kalau Anda sekarang ini sebagai karyawan dan kebingungan bagaimana caranya mengembangkan dana yang dimiliki sedangkan perbankan tidak bisa menjanjikan hasil yang optimal. Bisa saja Anda membuka warung atau memodali seseorang untuk membuka usaha, lalu Anda tinggal mengontrol dan menikmati keuntungannya saja. Membuka lapangan kerja sekaligus menambah penghasilan keluarga. Dan yang populer juga sekarang ini adalah dengan usaha pemasaran langsung atau MLM, walaupun tidak membuka lapangan kerja baru, tapi bisa menambah penghasilan yang cukup lumayan.

  4. Investor
    Ketiga sumber pemasukan di awal tadi membutuhkan banyak aktivitas fisik. Karyawan "menjual" jam kerjanya dengan gaji bulanan, begitu juga pekerja mandiri yang walaupun lebih fleksibel namun tetap saja mengandalkan aktivitas fisik untuk mendapat penghasilannya. Sedangkan pemilik usaha biasanya juga harus bekerja dulu di awalnya sebelum bisa menyerahkan pengelolaan usahanya pada orang lain. Tapi investor beda, investor lebih banyak mengandalkan kekuatan modal dan strategi dalam mengelola dan mengembangkan dana yang dimilikinya. Investor mendapatkan penghasilan tidak dari gaji bulanan, klien yang menyewa jasanya, atau konsumen yang membeli dagangannya. Ia mendapatkan penghasilan dari mengembangkan dana yang dimilikinya baik itu berupa bunga, bagi hasil, capital gain dan sebagainya. Investasi adalah sumber penghasilan tambahan yang bisa dilakukan siapa saja selama ada uang di tangannya. Karena berinevstasi tidak menyita banyak waktu dan bisa dilakukan sambil bekerja. Sementara masalah keahlian mengatur strategi bisa dikerjakan oleh sang ahli yang dibayar berdasarkan keuntungan yang didapat atau berdasarkan aset yang dikelola.

Tapi pertanyaannya sekarang adalah, bisakah seseorang memiliki keempat sumber penghasilan ini sekaligus?

Jawabnya, kenapa tidak? Sebagai seorang karyawan yang saat ini mengandalkan gaji bulanan, Anda bisa saja menjual keahlian yang dimiliki di luar jam kantor, dan menyisihkan sebagian penghasilan Anda selama ini untuk membuka usaha dan berinvestasi. Dengan cara ini Anda bisa memiliki 4 sumber penghasilan sekaligus.

Keahlian apa yang bisa Anda jual, usaha apa yang cocok untuk Anda, dimana investasi yang menguntungkan. Itu urusan belakangan. Yang penting sekarang adalah jangan menutup diri Anda terhadap kemungkinan memiliki berbagai sumber penghasilan (multi source of income).

Jangan lekas puas dan berhenti berusaha hanya karena sudah bisa bekerja sementara masih banyak orang yang menganggur, karena bekerja bukan jaminan bisa mencukupi kebutuhan hidup. Jangan juga lekas puas dan berhenti berusaha hanya karena sudah bisa memiliki usaha yang tidak banyak orang bisa melakukannya, karena usaha terkadang bisa naik dan sebaliknya juga bisa turun. Dan jangan pula lekas puas hanya karena punya investasi dimana-mana, karena tak selamanya investasi itu aman dan menguntungkan.

Namun milikilah sebanyak-banyaknya sumber penghasilan. Karena kalau yang satu turun, masih bisa mengandalkan yang lainnya. Kalau yang satu gagal, masih ada cadangan untuk menutupinya. Kalau bisa memiliki empat sumber penghasilan sekaligus, kenapa cuma punya satu?


Read More...

HOBI YANG MENGHASILKAN UANG

Diposting oleh chikuz - frizia | 7:37 PM
Oleh: Mike Rini

Dikutip dari Danareksa.com

Sudah bukan jamannya menggantungkan diri gaji dan perusahaan tempat bekerja, sebab masih tingginya risiko PHK yang menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan. Jika Anda mempunyai hobi yang digilai, mengapa tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi tersebut. Daripada terus menerus dituding sebagai salah satu biang pemborosan, marilah kita mengusahakan hobi kita agar menjadi mesin uang.

Kegilaan orang akan hobi yang ditekuninya, dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang yang hobi berburu barang-barang antik bisa menghabiskan banyak waktu, tenaga dan bahkan uang sampai ratusan juta rupiah yang bagi orang lain seperti sia-sia. Bandingkan dengan tingkah orang yang yang hobi dengan burung perkutut atau ikan Louhan ?

Mungkin terasa tidak masuk akal bagi orang lain. Hobi boleh dibilang sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan batiniah untuk melepaskan diri dari kejenuhan dan kelelahan karena rutinitas harian dalam mencari nafkah. Karena sifatnya itulah, yang berlaku dalam soal hobi adalah kesenangan yang tak terhingga. Ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis, meski perhitungan laba-rugi, kelayakan usaha, peluang dan lain sebagainya juga dijadikan pertimbangan tapi instinglah yang lebih dominan. Ungkapan yang sering terdengar, nggak masalah untung atau buntung yang penting hobi !

Bekerja Dengan Senang Hati
Tapi itulah sebabnya mengapa kegiatan usaha yang berawal dari hobi seringkali berhasil dengan baik. Dimana salah satu kunci untuk memulai usaha yang sukses adalah bekerja dengan senang hati, seolah kita sedang mengerjakan hobi sampai-sampai lupa waktu dan tidak kenal lelah. Yang pasti ada kesungguhan baik dalam memulai usaha hingga mengembangkannya dan melakukan sesuatu dengan landasan cinta, bukan keterpaksaan agar kita bekerja untuk hasil yang terbaik dan penuh keikhlasan

Tidak heran jika banyak orang memulai suatu bisnis adalah karena kegemaran atau hobi. Bayangan mendapatkan penghasilan besar dengan melakukan pekerjaan yang disukai memang menjadi keinginan banyak orang. Sebab biasanya orang memang melakukan hal yang terbaik untuk kegiatan yang disukainya, sehingga tidak heran jika hasilnya juga maksimal. Hobi yang dilakukan dengan tujuan awal melepaskan stress, kemudian malah menghasilkan uang tentunya menjadi bonus yang sangat menyenangkan.

Langkah Awal Mengubah Hobi Menjadi Bisnis
Satu hal yang berat dalam melakukan usaha ialah melakukan langkah pertama. Meski demikian, langkah pertama tetap saja melakukannya. Bukankah hal-hal besar itu berawal dari yang kecil, dan langkah seribu, tidak mungkin terjadi tanpa langkah pertama. Apa saja yang harus dilakukan agar hobi kita bisa menghasilkan uang, berikut ini adalah caranya :

  1. Luangkan waktu lebih banyak untuk menekuni hobi Anda, dan hasilkan hasil karya dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak. " Practise makes perfect " dengan terus berlatih maka kita akan menghasilkan karya yang semakin baik. Hasil karya yang berkualitas tentunya meningkatkan nilai jualnya, apalagi jika banyak orang yang menekuni hobi yang sama, tentunya produk Anda harus mempunyai nilai lebih dibandingkan produk sejenis. Paling tidak hasil karya Anda mampu bersaing di pasaran. Masalahnya ketika hobi yang biasanya dilakukan diwaktu luang jika akhirnya menjadi rutinitas, maka si pehobi cenderung menjadi malas melakukannya.

    Hal ini secara alamiah memang terjadi, namun itulah konsekuensi dari perubahan hobi menjadi bisnis. Supaya Anda tidak tersiksa dalam proses perubahan ini, maka lakukanlah secara perlahan atau bertahap, jangan memaksakan diri untuk meluangkan waktu jauh lebih banyak, tetapi sedikit lebih banyak saja dari waktu ke waktu. Misalnya jika bisanya Anda membuat hasil karya sebulan sekali, maka jangan memaksa diri untuk membuat hasil karya seminggu sekali. Tingkatkan produktifitas menjadi sebulan dua kali, kemudian jika sudah merasa nyaman dengan ritme kerja yang baru, jangan ragu-ragu untuk meningkatkan produktifitas setingkat lebih tinggi lagi.

  2. Tambah terus pengetahuan Anda, bisa melalui kursus-kursus, seminar, atau pelatihan yang berhubungan dengan hobi Anda. Biasanya dalam kursus Anda akan mendapatkan semacam sertifikat yang nantinya bisa menaikkan prestise dan kepercayaan pelanggan, sehinggga meningkat daya jual hasil karya Anda.. Selain melalui kursus ada banyak cara yang lebih murah untuk menambah pengetahuan anda, dengan melalui buku, majalah, internet dan berbagai media informasi lainnya.

  3. Belajar langsung dari orang–orang yang sudah ahli atau sudah sukses menjalankan hobi tersebut. Mendapatkan mentor atau bergaul dengan orang yang mempunyai hobi sama juga bisa menjadi cara yang terbaik bagaimana menghasilkan karya yang terbaik dan kompetitif dari segi kulitas juga harga. Sebab yang terpenting dari sebuah hobi yang jadi bisnis adalah apakah orang mau membeli hasil karya yang Anda hasilkan, dan berapa orang mau membayar untuk itu. Nah, dari mereka yang sudah berhasil di hobi yang jadi bisnis yang Anda minatilah Anda bisa mendapatkan informasi mengenai cara menjalankan bisnis tersebut dengan sukses. Lagipula dengan bergaul dengan mereka, hasil karya dan keterampilan anda selalu diukur kemajuanya oleh orang yang kompeten dibidangnya.

    Selain itu berada dalam lingkungan yang memiliki minat yang sama juga akan meningkatkan motivasi Anda dalam berbisnis. Jika ada perkumpulan dalam hobi Anda, usahakan untuk bergabung dan aktif. Beberapa hobi mempunyai perkumpulan untuk mewadahi orang-orang yang menggemari hobi yang sama. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapat dengan mengikuti perkumpulan, antara lain : mendapatkan perkembangan terbaru serta informasi-informasi mengenai hobi Anda yang mungkin bisa dimanfaatkan dalam mencari peluang, meningkatkan peluang mendapatkan calon pelanggan, memperoleh promosi gratis untuk usaha Anda, memperluas network.

  4. Tawarkan hasil karya Anda dari satu toko ke toko lain, dari satu orang ke orang lain. Tentu saja, anda diharapkan tak mudah patah semangat jika produk yang anda tawarkan di tolak. dan juga, jangan malu. Dari pengalaman diketahui, orang-orang terdekat bisa menjadi konsumen awal. Cara ini, juga bisa membantu mengatasi kesulitan modal keuangan, karena mereka bisa diminta membayar dimuka, sebelum barang dibuat atau diantarkan

    Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan kita masing-masing, sebab tidak semua orang beruntung memiliki hobi, atau memiliki hobi yang berpotensi menghasilkan uang. Banyak orang yang tertunda membuka usaha sebab masih bingung menentukan bidang usaha yang diminati. Tetapi bukan berarti jika tidak mempunyai hobi, kemudian tertutup kemungkinan membuka usaha, sebab banyak sumber ide bisnis lainnya yang bisa Anda lakukan.

Kuncinya adalah apapun yang Anda pilih, cintailah ! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, Anda seperti mempunyai layaknya hobi. Sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki hobi, namun belum berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang. Mudah-mudah tulisan kali ini menambah wawasan Anda terhadap peluang dan potensi bisnis dari hobi.


Read More...

Menghadapi kenaikan harga harga

Diposting oleh chikuz - frizia | 3:19 AM
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 726/XIII

Harga BBM akhirnya naik juga. Setelah ditunda beberapa lama dan didahului oleh protes dari sejumlah lapisan masyarakat.Tak pelak lagi, kenaikan ini memicu pula kenaikan harga-harga lainnya.

Begitulah, hampir selalu terjadi bahwa kenaikan harga BBM biasanya akan disusul dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Itulah sebabnya kenapa beberapa minggu lalu banyak orang menimbun barang kebutuhan pokok karena mereka berharap bisa mendapat keuntungan apabila harga BBM memang jadi dinaikkan.

Dan sekarang, harga BBM akhirnya naik juga. Banyak anggota masyarakat yang mengeluh, karena membayangkan bahwa kehidupan saat ini kok sepertinya makin sulit. Sudah penghasilan tidak naik, tapi harga-harga terus naik.

Ibu Suli misalnya, adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat sibuk. Selain mengurus keperluan suami dan anak-anak, ia juga bertugas memegang keuangan keluarga. Ialah yang mengatur pengeluaran keluarga sehari-hari, dari mulai pengeluaran untuk belanja bulanan, membayar sejumlah rekening, sampai membayar keperluan sekolah anak

Suaminya sendiri selalu membawa kendaraan untuk pulang-pergi dari dan ke tempat kerja, sebuah minibus yang mereka beli sejak dua tahun lalu secara mencicil. Ketika harga BBM naik lagi seperti sekarang ini, Ibu Suli mulai bisa membayangkan bahwa suaminya mungkin harus mengeluarkan uang yang sedikit lebih banyak lagi untuk bisa membeli BBM yang sama jumlahnya seperti sebelumnya. Padahal, nah ini dia, gaji suaminya tidak naik. Jelas saja tidak naik, karena kenaikan gaji di kantor suaminya biasanya dilakukan setiap Juni. Itu pun biasanya hanya sekitar 10 persen per tahun. Jauh di bawah kenaikan harga BBM yang saat ini sekitar 22 persen.

Lalu bagaimana? Apa yang akan Anda lakukan? Siapa pun Anda, apakah Anda ibu rumah tangga, pegawai, karyawati, mahasiswi, pasti merasakan dampak dari kenaikan harga ini. Mudah-mudahan hal ini tidak membuat Anda mengeluh dan menganggap bahwa kenaikan harga ini adalah akhir dari segalanya.

Satu hal dari saya, sebagai anggota masyarakat, jelas tidak ada gunanya mengeluh. Yang lebih penting untuk Anda lakukan adalah bagaimana agar Anda bisa survive di tengah gelombang kenaikan harga ini. Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan :


Beli Emas

Emas bisa melindungi Anda dari naiknya harga barang dan jasa. Ini karena emas biasanya hampir selalu naik kalau terjadi kenaikan harga. Malah, semakin tinggi kenaikan harga tersebut, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas Anda. Belum terlambat untuk membeli emas, karena ­ biarpun harga BBM sudah naik ­ tapi ada beberapa barang dan jasa lain yang harganya belum naik tetapi diperkirakan masih akan naik nantinya.

Dari beberapa tipe emas, cobalah untuk membeli emas dalam bentuk koin atau batangan. Dari kedua tipe tersebut, emas koin biasanya lebih fleksibel daripada emas batangan mengingat emas koin biasanya tersedia dalam bentuk berat yang lebih kecil daripada emas batangan sehingga ini bisa memudahkan Anda bila dana Anda untuk membeli emas terbatas.

Ketika nantinya harga barang dan jasa sudah betul-betul naik semua, harga emas Anda diperkirakan juga akan naik melebihi kenaikan harga barang dan jasa sehingga Anda bisa menjual emas Anda dan mendapat keuntungan dari situ.


Lakukan investasi yang memberikan hasil lebih besar daripada bila Anda berinvestasi di bank

Bunga simpanan di bank pada saat ini sekitar 10 persen per tahun. Dengan naiknya harga-harga yang diperkirakan sekitar 10 persen tahun ini (bahkan harga BBM saja naiknya 22 persen), Anda jelas harus melakukan investasi pada produk investasi yang bisa memberikan hasil yang lebih besar daripada 10 persen.

Cobalah menengok pada produk investasi lain selain investasi di bank, karena ­ selain agar Anda tidak terpaku pada satu jenis investasi saja ­ investasi di luar bank biasanya bisa memberikan hasil yang lebih besar, tentunya dengan tingkat risiko yang lebih besar pula. Salah satu alternatif investasi yang bisa Anda coba adalah Reksa Dana.

Jangan lupa bahwa Reksa Dana pun ada beberapa jenis, dari mulai Reksa Dana yang paling berisiko sampai yang rendah risikonya. Anda bisa coba berinvestasi ke dalam Reksa Dana yang risikonya termasuk rendah seperti RD Pendapatan Tetap atau RD Pasar Uang. Diharapkan ­ dengan pemilihan yang benar ­ Anda bisa mendapatkan hasil investasi yang lebih besar daripada investasi di bank, karena hanya itulah caranya Anda bisa mengalahkan kenaikan harga barang.


Pikirkan untuk menambah penghasilan di luar pekerjaan

Jangan lupa bahwa harga-harga akan terus naik setiap tahunnya sehingga wajar kalau Anda mulai berpikir untuk menekan-nekan pengeluaran Anda. Yang jelas itu memang baik, tetapi tentu saja Anda tidak bisa terus-menerus menekan pengeluaran Anda. Dalam jangka panjang harga-harga akan terus naik. Jadi mau sampai kapan Anda akan terus menekan pengeluaran Anda?

Kalau dalam jangka pendek mungkin bisa. Tetapi dalam jangka panjang, seringkali hal itu akan sulit dilakukan karena harga-harga pasti akan terus naik. Karena itu, pertimbangkan untuk menambah penghasilan di luar pekerjaan Anda sekarang. Saya tahu memang hal itu tidak mudah dilakukan, tetapi kalau Anda tidak mencobanya, Anda mungkin harus terus- menerus menekan pengluaran Anda dari tahun ke tahun.


Pilih tempat belanja Anda

Kalau Anda biasa membeli barang di suatu tempat belanja sementara Anda tahu ada tempat lain yang tidak terlalu jauh yang juga menjual barang yang sama tetapi dengan harga yang lebih murah, kenapa Anda tidak coba membeli di tempat yang memang harganya lebih murah? Kalau Anda rutin membeli barang kebutuhan tersebut setiap bulan di tempat yang harganya lebih mahal, maka Anda akan merasakan selisih harga yang cukup besar setelah beberapa bulan. Kalau tidak percaya, coba saja hitung.


Read More...