Buy and Sell text links

Webyog SQLyog 6.15 Enterprise Edition

Diposting oleh chikuz - frizia | 7:13 PM

Webyog SQLyog 6.15 Enterprise Edition - 9,55 MB

Webyog SQLyog 6 with HTTP/ HTTPS/ SSH Tunneling is a easy to use, compact and very fast graphical tool to manage your MySQL database anywhere in the world. SQLyog was developed keep in mind the necessities of all who use MySQL as their preferred RDBMS. Whether you enjoy the control of handwritten SQL or prefer to work in a visual environment, SQLyog makes it easy for you get started and provides you with tools to enhance your MySQL experience.


Enhanced Connectivity Options:
- HTTP/HTTPs Tunneling
- SSH Tunneling

Migration Tools:
- Wizard Driven Migration Toolkit
- Import task can be scheduled for transferring data at regular intervals

Synchronization Tools:
- Structure Synchronization
- Checksum based Network Efficient Data Synchronization
- Data Synchronization can be scheduled

Other Power Tools:
- Scheduled Backups
- Notification Services
- Job Manager

Developer / User Productivity:
- HTML Schema Documentation
- Shortcuts to quickly generate SQL statements and paste object names
- Learn MySQL by looking at the SQL generated by SQLyog
- Multi-tab Query Editor and Result-set Editor
- Multiple Query Execution
- Multi-threaded Query execution with option to stop long running queries
- SQL Templates
Excel-style grid interface to view/update resultsets
- Multi-format Blob editor
- View data in Grid/Text Mode
- ResultSet/Data Export to CSV/XML/HTML
- Full Support from 3.23.38 to the latest 5.x
- Support for all MySQL table handlers
- Excel friendly resultsets/table-data export to clipboard/file
- Dialogless table and resultset editor

DBA Productivity:
- Restoring / Importing large SQL dumps
- MySQL 5.x objects support
- User Management
- Managing hosted MySQL
- Connection Manager
- Index Management
- Relationship/Foreign Key Manager
- Reorder Columns
- Copy objects to another Host with single click
- Table diagnostics
- Flush Tools
- Object Browser
- Creating/dropping database
- Optimized for managing Hosted MySQL
- Profiling
- Multiple database connections

- Turbo Speed MySQL Management. Uses native MySQL C API - the fastest way to communicate with MySQL server
- 100% keyboard friendly
- Small compact binary
- Minimal use of Registry - easy migration of User Preferences by dragging and dropping config files.
- Non-cluttered look and feel, ability to show/hide panes

Features of SQLyog version 6.0:
* SQLyog is now fully UNICODE-compliant.
* Advanced GUI Query Builder.
* Filtering of data from the context menu of a cell in the GRID of DATA tab.
* Sorting on multiple columns in DATA tab

Changes in SQLyog 6.15:
Bug fixes (as compared to 6.14):
* Fixed a bug with migration of a Access 'text' type that could occur when when more/many such columns were migrated.
* When the content of an editor tab was changed using 'search and replace' the tab was not properly 'flagged' internally as changed. As a consequence the (*) indicator for this 'change-status' would not display and program would not prompt user if changes should be saved.
* fixed a bug in validating the SP/VIEW/... name while creating. A symptom was that an empty name could be used.
* With a TINYINT having (-1) as default Structure Sync would use COLLATE specification and thus generate an invalid statement when connected to a MySQL 4.1.x server.
* When expanding/collapsing the folder tree in the Object Browser by clicking the "+" and "-" in a very fast manner, data could be copied to the editor when it should not.
* When connected to MySQL 3.23 and 4.0.x < 4.0.18 'reorder columns' could generate invalid SQL with a Primary Key definition.
* Improper message was returned when invalid or non-existing path was used for exporting a dump.
* After an unsuccessfull import (because of syntax error in the file for instance) the file handler was not properly free'd. As a result next attempt would fail with 'Error saving .. ' message. Only HTTP-connections were affected.

* "SET FOREIGN_KEY_CHECKS = 0" is now default where it applies (exports, data sync).
* The display for F5/F9 shortcut settings in 'preferences' was changed. 'reverse' setting now means that F5 executes! It is 'reversed' as compared to what help .. keyboard shortcut tells.
* This build does not use 'urlencode' in HTTP header. This is probably not the final solution, but we realize that it is more rare that it is needed compared to the situations where it won't work!


Download: (Size: 9,55 MB)



Rosetta Stone 2007

Diposting oleh chikuz - frizia | 1:29 AM

Rosetta Stone combines vocabulary words with audio pronunciations, and pictures in a flash card format to teach all languages and many other languages. This is one of the easiest programs to use. Just choose one of the five different sections and the software will guide you through a vocabulary list. The sections include Listening and Reading, Listening, Reading, Speaking and Writing.

Rosetta Stone has 200 hours of instructional material; however, it doesn't have any word tools like a dictionary or word processing converter and it doesn't teach anything about the grammar of any language.

Languages that are included:
Arabic, Chinese, Cymraeg, Dansk, Deutsch, English UK, English US, Castilian, Spanish, French, Greek, Hebrew, Hindi, Indonesian, Italian, Japanese, Kiswahili, Korean, Latin, Nederlands, Polish, Portuguese, Russian, Svenska, Thai, Turkish, Vietnamese

Download's Mirrors:



Diposting oleh chikuz - frizia | 2:57 AM
sumber : PCMedia
Tuliskan kegiatan rutin yang pasti Anda lakukan setiap hari, mungkin yang tertulis adalah: sikat gigi, mandi, makan, tidur, dan...mengirim minimal satu SMS. Joko Nurjadi




SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) bukan hal baru pada teknologimobile, tetapi penggunaannya seolah sudah menjadi  bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kota.


Tidak surut oleh kemajuan teknologi mobile seperti EMS, MMS, ringtone, gambar, ataupun video conference, cara bertukar informasi ala SMS dengan menggunakan teks sederhana masih tetap menjadi pilihan utama.


Tidak terbatas hanya untuk sarana komunikasi pengganti percakapan lisan di antara dua orang, SMS saat ini juga ramai digunakan untuk voting, kuis, lelang, banking, order barang, promosi, undangan, dan masih banyak lagi.


Apa Kelebihan SMS?

SMS dapat menjadi popular tentunya karena memiliki kelebihan, dan kelebihan SMS justru terletak pada kesederhanaannya, sehingga mudah diaplikasikan.


Semua ponsel memiliki fitur SMS, tidak peduli apakah ponsel tersebut mendukung 3G dengan fasilitas touch screen ataupun ponsel tempo dulu yang hanya memiliki satu baris layar sederhana seperti kalkulator. SMS juga tetap dapat dikirim walaupun ponsel penerima tidak dalam keadaan aktif dalam limit waktu tertentu, karena SMS memiliki validity period.


Penyampaian SMS umumnya juga cepat dan tidak mengganggu. Biaya yang relatif murah juga menjadi salah satu alasan mengapa SMS digunakan secara luas.


SMS Gateway

SMS gateway merupakan sistem aplikasi untuk mengirim dan/atau menerima SMS, terutama digunakan dalam aplikasi bisnis, baik untuk kepentingan promosi, servis kepada kustomer, pengadaan content produk atau jasa, dan seterusnya.


Karena merupakan sebuah aplikasi, maka fitur-fitur  yang terdapat di dalam SMS gateway dapat dimodifi  kasi  sesuai dengan kebutuhan.


Beberapa fitur yang umum dikembangkan dalam aplikasi SMS gateway adalah:


1. Auto-reply.

  SMS gateway secara otomatis akan membalas SMS yang masuk. Contohnya untuk keperluan permintaan informasi tertentu (misalnya kurs mata uang atau jadwal perjalanan), di mana pengirim mengirimkan SMS dengan format tertentu yang dikenali aplikasi, kemudian aplikasi dapat melakukan auto-reply dengan membalas SMS tersebut, berisi informasi yang dibutuhkan.


2. Pengiriman massal.

  Disebut juga dengan istilah SMS broadcast, bertujuan untuk mengirimkan SMS ke banyak tujuan sekaligus. Misalnya, untuk informasi produk terbaru kepada pelanggan.3. Pengiriman terjadwal.


Sebuah SMS dapat diatur untuk dikirimkan ke tujuan secara otomatis pada waktu tertentu. Contohnya untuk keperluan mengucapkan selamat ulang tahun.


Untuk membuat sebuah SMS gateway, Anda perlu mengenal hal-hal yang berhubungan dengan SMS gateway itu sendiri.


Salah satu hal yang memegang peranan penting dalam pengiriman SMS adalah SMSC (Short Message Service Center), yang merupakan jaringan telepon selular yang menangani pengiriman SMS.


Jadi, pada saat seseorang mengirimkan sebuah pesan SMS melalui ponselnya, SMSC-lah yang bertugas mengirimkan pesan tersebut ke nomor tujuan.


Jika nomor tujuan tidak aktif, maka SMSC akan menyimpan pesan tersebut dalam jangka waktu tertentu. Jika SMS tetap tidak dapat terkirim sampai jangka waktu tersebut berakhir, maka SMS tersebut akan dihapus dari penyimpanan SMSC.


Sebuah aplikasi SMS gateway dapat menggunakan jalur SMSC untuk pengoperasiannya. Keuntungannya adalah penggunaan nomor pendek yang mungkin dapat terdiri dari 3 atau 4 digit saja, misalnya 222, 9090, dan seterusnya.


Contohnya seperti saat Anda mengikuti polling SMS Indonesian Idol, nomor pendek ini disediakan oleh operator jaringan SMSC.


Jalur SMSC juga dapat mengirim SMS dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat.


Hanya saja, untuk membuat SMS gateway dengan menggunakan jalur SMSC, Anda harus memiliki jalur koneksi ke operator selular, dan ini bukan hal yang mudah untuk pelaku bisnis dalam skala kecil ataupun individu.


Umumnya layanan ini digunakan jika aplikasi Anda dapat menghasilkan lalu lintas SMS yang tinggi.


Terdapat alternatif infrastruktur yang lebih sederhana dan mudah didapatkan, yaitu membuat SMS gateway yang menggunakan ponsel ataupun modem GSM/CDMA sebagai media pengirim/penerima SMS, di mana ponsel atau modem GSM/CDMA tersebut terpasang pada sebuah komputer.


Tentu saja SMS tersebut sebenarnya tetap terkirim melalui SMSC, hanya saja melalui rute yang lebih panjang karena tidak memiliki koneksi langsung ke SMSC. Karena itu, kapasitas dan kecepatan pengirimannya tidak sebaik performa jika langsung menggunakan jalur SMSC.


Karena relatif lebih mudah untuk diimplementasikan, SMS gateway dengan menggunakan ponsel atau GSM/CDMA modem cukup berkembang dan banyak digunakan.


Lalu apa perbedaannya jika menggunakan ponsel, modem GSM, atau modem CDMA? Apa pilihan terbaik? Sangat tergantung pada kebutuhan Anda sendiri, modem GSM/CDMA memang di desain bekerja untuk keperluan SMS gateway, memiliki performa yang baik, dan stabil dibandingkan dengan ponsel biasa.


Tetapi, penggunaan ponsel untuk keperluan SMS gateway juga dapat dipertimbangkan jika sistem SMS gateway yang digunakan tidak terlalu berat dan masih dapat ditangani melalui ponsel.


Sedangkan modem GSM atau modem CDMA, sesuai dengan namanya, dibedakan oleh jaringannya, apakah menggunakan GSM atau CDMA. Untuk saat ini, modem GSM lebih banyak digunakan karena jaringan GSM yang lebih stabil.


Modem CDMA tetap merupakan alternatif menarik yang mungkin berguna untuk kondisi tertentu. Misalnya jika Anda memiliki perhitungan biaya pulsa yang lebih murah, atau kalangan penerima SMS dari sistem SMS gateway Anda mayoritas menggunakan ponsel CDMA.


Cara kerja modem GSM/CDMA mirip dengan modem dialup yang biasa Anda gunakan untuk koneksi Internet melalui line telepon.


Perbedaannya adalah modem dial-up mengirim dan menerima data melalui line telpon, sedangkan modem GSM/CDMA mengirim dan menerima data melalui gelombang radio.


Library SMS Gateway

Kita akan membahas lebih lanjut mengenai konsep pembuatan SMS gateway, dengan menggunakan ponsel atau modem GSM.


Inti dari sebuah SMS gateway adalah mesin atau engine pengiriman dan penerima SMS, sehingga developer dapat menggunakan function-function yang telah disediakan engine tersebut dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan database.


Salah satu komponen ActiveX yang dapat digunakan untuk keperluan SMS gateway adalah FBUS yang dapat digunakan oleh programer Visual Basic ataupun bahasa pemrograman lain yang mendukung control ActiveX.


Yang paling menarik adalah untuk versi FBUS Lite dapat didownload secara gratis. Pada saat ini tidak mudah mendapatkan komponen SMS gateway yang gratis dan berkualitas, terutama untuk platform Windows.


FBUS kompatibel dengan kebanyakan ponsel Nokia, dengan panduan contoh program demo yang ikut disertakan dalam paket download-nya dan referensi dari website, Anda dapat mengembangkan sebuah SMS gateway sederhana.


Library/komponen lain yang dapat Anda pergunakan adalah Boomerang GSM yang dibuat dengan bahasa pemrograman Delphi, tetapi juga disediakan library ActiveX yang dapat digunakan oleh Visual Basic.


Untuk versi Lite juga dapat diperoleh secara gratis, walaupun Anda memerlukan registrasi melalui website Boomerang pada saat menggunakannya di komputer Anda.


Library ini cukup dapat diandalkan dan kompatibel dengan cukup banyak jenis ponsel maupun modem GSM.


Untuk library atau  software SMS gateway komersial, Anda tidak akan mengalami kesulitan mencarinya melalui Internet, terdapat banyak sekali pilihan yang tersedia. Misalnya Oxygen, WinSMS, Ozeki, dan masih banyak lagi.


Untuk lingkungan platform keluarga Linux, salah satu pilihan yang populer adalah Kannel. Selain SMS gateway, Kannel juga merupakan WAP gateway. Pilihan popular lainnya dalam lingkungan Linux adalah Gnokii.


MSComm dan AT Command

Anda juga dapat membuat sendiri library/komponen SMS gateway, dengan menggunakan control/komponen standar yang ada pada bahasa pemrograman seperti Visual Basic atau Delphi. Control/komponen yang dimaksud adalah MSComm.


MSComm menyediakan komunikasi data melalui serial port (juga mendukung USB dan  infrared) dari aplikasi Anda. Sehingga Anda dapat berkomunikasi dengan ponsel atau modem GSM yang terpasang pada serial port komputer Anda.


Bahasa yang dikenali oleh ponsel/modem GSM disebut dengan AT command. AT merupakan kependekan dari Attention.


AT command dapat digunakan antara lain untuk menginstruksikan perintah-perintah sebagai berikut:


1. Mengirim dan menerima pesan SMS atau faks.

2. Mendapatkan informasi mengenai device, misalnya nama manufaktur, nomor IMEI, dan lain-lain.

3. Mendapatkan status device, misalnya status aktivitas, status registrasi network, kekuatan sinyal, ataupun status baterai.

4.  Penulisan dan pencarian phonebook.

5. Dari sisi keamanan, Anda dapat mengaktifkan fasilitas lock dan mengubah password.

6. Menyimpan dan mengembalikan konfi  gurasi.


Tidak semua device mengimplementasikan seluruh AT command, pada umumnya modem GSM lebih mendukung banyak AT command dibandingkan ponsel biasa.


Dengan AT command, Anda juga dapat mengirim SMS melalui GPRS jika modem atau ponsel Anda mendukung fitur GPRS.


Untuk mencoba AT command melalui komputer Anda, Anda dapat menggunakan HyperTerminal yang disediakan oleh Microsoft Windows yang terletak pada menu All Programs

– Accessories, Communications – HyperTerminal.


Pastikan Anda telah menginstal driver yang diperlukan agar operating system mengenali device yang Anda gunakan, lalu Anda dapat memasukkan kartu GSM pada ponsel atau modem GSM. Koneksikan pada port komputer, pastikan computer Anda telah mengenalinya, lalu Anda dapat memanggil program HyperTerminal.


Untuk melakukan tes koneksi dengan ponsel/modem GSM, cukup ketikkan perintah AT diikuti dengan penekanan tombol enter, yang akan direspon dengan OK jika tidak terdapat masalah.


Berikut adalah contoh rentetan AT command untuk mengirimkan SMS:





> testing kirim


Perintah AT+CMGF=1 memberikan instruksi untuk beroperasi pada format text (akan dijelaskan kemudian), AT+CMGS= diikuti dengan nomor ponsel tujuan, sedangkan tulisan "testing kirim" merupakan isi pesan yang ingin dikirim.


Setiap baris pada contoh perintah di atas diakhiri dengan penekanan tombol enter, kecuali untuk baris pengirisan pesan, yang diakhiri dengan CTRL + Z.


AT command umumnya ditulis dengan huruf besar, tetapi banyak modem GSM dan ponsel yang mengizinkan penulisan AT command dalam huruf besar maupun huruf kecil.


Setelah berhasil menjalankan AT command pada HyperTerminal, maka Anda telah siap untuk melangkah lebih lanjut, yaitu menuliskan kode program pada bahasa pemrograman favorit Anda untuk membangun sebuah SMS gateway.


Kode program yang membangun SMS gateway pada intinya menuliskan AT command di dalam aplikasi Anda, sebagaimana yang dilakukan dalam HyperTerminal.


Tentunya, peranan AT command sangat penting jika Anda  mengembangkan sendiri aplikasi SMS gateway. Untuk memudahkan pemahaman, Anda dapat mengategorikan AT command ke dalam beberapa kategori.




AT+CGMI  Mengambil informasi manufaktur

AT+CGMM  Mengambil informasi model

AT+CGMR  Mengambil informasi revisi

AT+CGSN  Mengambil informasi serial number device

AT+CSCS  Memilih set karakter




ATD Melakukan dial

ATH  Hang up panggilan yang masuk

ATA  Menjawab panggilan yang masuk




AT+CNUM Nomor subscriber

AT+CREG Registrasi jaringan

AT+COPS Pemilihan operator

AT+CLCK Fasilitas lock

AT+CPWD Penggantian password

AT+CCWA Call waiting




AT+CPMS  Menentukan penyimpanan pesan

AT+CMGF Format pesan

AT+CSCA  Nomor service center

AT+CNMI  Pengaktifan indikasi pesan baru

AT+CMGL Daftar pesan

AT+CMGR Membaca pesan

AT+CMGS Mengirim pesan

AT+CMGD Menghapus pesan

AT+CMMS  Mengirimkan lebih banyak pesan

+CMTI  Notifi kasi delivery pesan

+CDSI  Notifi kasi status report


Masih banyak lagi AT command yang tersedia, akan sangat bagus jika Anda memiliki dokumentasi AT command yang didukung oleh device yang Anda gunakan, sehingga Anda dapat memaksimalkan kemampuan device yang digunakan pada SMS gateway Anda.


Untuk AT command yang berawalan dengan AT (misalnya: AT+CMGS, AT+CMGD) diketikkan dengan diikuti parameter-parameter yang dibutuhkan, sedangkan command tanpa awalan

AT (seperti +CMTI,+CDSI) merupakan result yang dikeluarkan oleh device.


Jika Anda tidak memiliki dokumentasi yang cukup mengenai AT command yang didukung oleh device yang digunakan, Anda dapat mencoba AT command tersebut melalui HyperTerminal.


HyperTerminal akan mengembalikan pesan kesalahan jika ATcommand yang Anda ketikkan tidak dimengerti oleh device. Saat sebuah AT command tidak menampilkan pesan kesalahan, Anda perlu mencoba lebih jauh dengan mengetikkan parameter-parameter yang mungkin digunakan dalam aplikasi.


Hal ini penting mengingat AT command juga bisa berbeda parameter antara device satu dengan device lainnya.


Terdapat dua tipe AT command, yaitu basic command dan extended command. Basic command adalah AT command yang tidak menggunakan tanda +, misalnya ATD, ATH, dan ATA.


Sebaliknya, AT command yang menggunakan tanda + merupakan extended command. Setiap extended command memiliki parameter/perintah test yaitu =?, yang akan mengembalikan informasi mengenai command tersebut.


Contohnya Anda dapat mengetikkan AT+CMGF=?, AT+CMGI=?, dan seterusnya.


Format PDU dan Text

Format SMS yang digunakan oleh ponsel/modem GSM adalah format PDU (Protocol Description Unit), tetapi pada contoh di atas dengan menggunakan HyperTerminal, Anda menggunakan format ASCII text, yang memang lebih mudah digunakan.


Tetapi proses yang terjadi adalah format ASCII text yang Anda ketikkan akan di-convert ke dalam format PDU, pada saat SMS diterima nomor tujuan, ponsel/modem GSM akan mengubah kembali SMS format PDU tersebut menjadi format ASCII text agar dapat terbaca dengan mudah oleh pengguna.


Anda telah mencoba mengirimkan SMS melalui AT command dengan  format text, cukup mudah bukan? Jika  berhasil melakukannya, Anda perlu berterima kasih pada ponsel  atau modem GSM Anda, karena device yang Anda gunakan mendukung format text, yang diaktifkan melalui perintah AT+CMGF=1.


Tetapi tidak semua device mendukung format text, untuk  device yang hanya mendukung format PDU, Anda harus mengirimkan SMS dalam format PDU.


Format PDU dituliskan dengan heksadesimal, terbagi atas 8 header, yaitu:

1. Nomor SMS Center.

  Terdiri lagi dari 3 subheader yang memiliki aturan sendiri, sebagai contoh SMS Center Telkomsel dengan format text biasa adalah 0811000000, tetapi di dalam format PDU dituliskan menjadi 06818011000000. Contoh lain SMS Center Indosat-M3 adalah 0855000000 dalam format text, dituliskan menjadi 06818055000000 dalam format PDU.

2. Tipe SMS.

3. Nomor Referensi SMS.

4. Nomor Ponsel Penerima, dengan cara penulisan yang mirip dengan header 1, yaitu pengisian nomor SMS Center.

5. Bentuk SMS.

6.  Skema Encoding Data I/O.

7.  Jangka Waktu Sebelum Expired.

8.  Isi SMS, terbagi lagi menjadi dua subheader dan isi pesan dalam heksadesimal.


Delapan header ini kemudian digabungkan menjadi sebuah paket PDU yang lengkap. Jika menggunakan format PDU, Anda memerlukan function/tools yang dapat membantu Anda melakukan konversi format PDU ke text dan sebaliknya.


Persiapan Development

Anda dapat memilih bahasa pemrograman yang disukai untuk mengembangkan aplikasi SMS gateway. Selama bahasa pemrograman tersebut mendukung komunikasi device dengan menggunakan AT command, maka Anda dapat membangun SMS gateway dengan menggunakan bahasa pemrograman tersebut.


Pada kesempatan mendatang, kita akan mempelajari konsep pembuatan beberapa fitur standar SMS gateway dengan menggunakan komponen MSComm dan bahasa pemrograman Visual Basic.


Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah database. Anda dapat menyusun tabel-tabel dalam database sebagaimana layaknya SMS dikirim dan disimpan pada ponsel Anda, di mana terdapat tabel Inbox untuk menerima SMS, table Outbox untuk mengirim SMS, dan table Sent Items untuk SMS yang telah terkirim.


Sampai bertemu kembali dalam artikel selanjutnya, dengan pembahasan yang lebih mendalam mengenai SMS gateway.





Diposting oleh chikuz - frizia | 2:50 AM
Mengatur workstation dari jauh dengan menggunakan teknologi bisa menghemat waktu dan biaya secara signifikan. Berikut adalah beberapa poin untuk memaksimalkan tool dan prosedur pengelolaan Anda. Gunung Sarjono

AKAN SANGAT NYAMAN bagi system administrator jika mereka bisa mengatur perangkat (komputer) dari jauh. Dengan teknologi yang memungkinkan Anda untuk duduk di komputer dan terhubung ke komputer tempat lain. Sebagai contoh, Anda bisa terhubung ke komputer kerja dari komputer rumah dan bisa mengakses ke semua program, file,  resource jaringan, meskipun Anda tidak di depan komputer tempat kerja Anda. Anda bisa meninggalkan program tetap berjalan di kantor dan kemudian, setelah sampai di rumah, Anda bisa melihat desktop komputer kerja Anda dari komputer rumah, dengan program yang sama berjalan.


Kenali Hardware-nya

Anda mungkin merasa inventaris workstation sudah tertanam di pikiran Anda tapi apakah Anda benar-benar mengetahuinya? Untuk mengatur workstation dari jauh Anda harus punya informasi mengenai sistem tersebut, seperti misalnya: Apakah ada USB 2.0? Apakah yang terpasang drive DVD atau CD? Bisakah untuk menulis? Bagaimana konfi  gurasi urutan boot dan bagaimana Anda menggantinya? Koneksi apa yang digunakan ke back office? Mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut akan membuat perbedaan besar dalam mengatur workstation dari jauh.


Identifi  kasi Client Firewall dan Konfigurasi

Jika ada client firewall, pastikan Anda tahu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Tentukan di mana dan oleh siapa task bisa dilakukan (dan bagaimana men-disable-nya). Contoh yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba men-download file atau update aplikasi dari auto update atau beberapa sumber nonstandar. Meskipun cara ini sederhana, apakah semua sistem bisa mengakses update sesuai dengan yang diharapkan?


Kenali Jaringannya

Banyak perusahaan menerapkan aturan untuk lokasi yang jauh mulai dari membatasi jumlah traffic untuk setiap lokasi,  membatasi traffic dari lokasi, sampai membatasi alamat MAC yang  bisa terhubung ke lokasi tersebut. Supaya bisa melakukan task yang diperlukan untuk mengatur workstation dari jauh, pastikan Anda tahu traffic jaringan yang diperbolehkan. Jika memungkinkan, ketahui juga prosedur atau parameter untuk mengubah traffic yang diperlukan.


Hafal Tool Command-line

Bagi mereka yang koneksi bandwidth-nya kecil, menghafal task administratif dari command line bisa menghemat waktu. Pada  sistem Windows XP, hafalkan perintah berikut: (i) Compmgmt. msc–Computer Management MMC snap-in, berbagai jenis informasi termasuk Event Log, Device Manager, dan Services.


(ii)Ipconfig–utilitikonfigurasi TCP/IP. Beberapa parameter yang biasa digunakan di antaranya /release, /renew, /flushdns, dan /registerdns. (iii) Shutdown.exe–tool untuk me-reboot atau mematikan komputer. Dengan permission yang sesuai, sistem juga bisa di-reboot dari jauh. (iv) Net Use–bisa digunakan untuk memetakan (map) drive, otentikasi, atau menghentikan pemetaan.


Pusatkan dan Satukan Semua Jika Bisa

Jika memungkinkan, kumpulkan semua elemen infrastruktur workstation Anda pada satu tempat. Hal terakhir yang tidak Anda inginkan adalah banyaknya file server kecil yang tersebar di perusahaan Anda. Jadi untuk penyimpanan file, mempunyai resource yang terpusat bagi user cabang (remote) sangatlah penting. Dengan demikian, back-up dan aturan sekuriti akses untuk user cabang sama dengan user pusat. Biaya TI Anda akan lebih rendah dan administrasi dan akses dikontrol dengan satu prosedur, di manapun lokasinya.Namun, harus ada pengecualian untuk cabang dengan banyak user karena mereka bisa memenuhi koneksi antarkedua tempat. Jika Anda mempunyai kantor cabang, dengan misalnya 40 orang di dalamnya, file server lokal akan lebih cocok, dan back-up melalui jaringan dilakukan jika waktu dan traffi  c memungkinkan. Sebaliknya, jika itu misalnya adalah toko, dengan user kurang dari 10 orang dan hanya sedikit komputer, Anda bisa memusatkan dan menyatukannya.


Ada Distribusi Melalui Internet

Untuk lokasi cabang, langsung saja ke Internet daripada menggunakan VPN atau koneksi wide area. Sebagai contoh, misalkan Anda harus menginstalasi service pack besar untuk operating system cabang. Jika Anda mencari  download sebesar 300 MB, instalasi tidak mungkin dilakukan pada mayoritas koneksi remote. Tool administrasi tertentu bisa mendistribusi paket melalui Internet untuk membantu lokasi yang jauh dan user laptop pada waktu mereka jauh dari jaringan pusat. Sebagai contoh, pada waktu remote workstation (termasuk laptop) hendak menerima paket melalui Internet, iPass bisa menyediakan download yang cepat.


Siapkan Tool Altenatif

Kita semua biasa menggunakan tool yang ada dan kita sukai. Untuk Windows XP, kita biasanya menggunakan Remote Desktop. Namun, pada situasi di mana Anda tidak bisa menggunakan Remote Desktop untuk terhubung ke sistem client, apa yang Anda lakukan? Siapkan tool alternatif untuk mengakses sistem client, jika dibutuhkan.


Beberapa contoh adalah DameWare menawarkan  push install dan remove pada waktu menggunakan otorisasi Windows melalui koneksi TCP/IP. (ii) VNC–remote client. Bisa digunakan sebagai koneksi alternatif dan menjalankan service VNC jika dibutuhkan. (iii)–menyediakan banyak bantuan dalam koneksi Internet-ke-client; bisa bekerja pada mayoritas konfigurasi proxy.


Pastikan OS Konsisten

Untuk mengatur workstation dari jauh secara efektif tanpa memperbesar biaya, mempunyai satu platform merupakan suatu keharusan. Tidak ada salahnya menunda implementasi platform baru untuk menjaga kekonsistenan administrasi dan support. Jika ada dua platform yang digunakan, setiap platform harus dikerjakan secara tuntas. Oleh karena itu, mempunyai daftar inventaris hardware workstation juga berperan dalam mendapatkan TI yang lebih efisien.


Batasi Ruang Lingkup

Ini memang bukan tindakan yang bersifat teknis, tapi untuk workstation yang jauh, Anda harus menentukan apa yang harus dilakukan sebagai administrator. Misalkan Anda punya sejumlah kantor cabang untuk sejumlah kecil user yang Anda lengkapi dengan perangkat standar. Inventaris perangkat ini meliputi workstation atau laptop, printer laser untuk semua sistem lokal, dan koneksi jaringan untuk ke kantor pusat. Suatu hari, Anda mendapat pertanyaan dari kantor cabang, "Bisakah kami mendapatkan printer yang bisa scan dan faks?"


Ini merupakan isu kritikal karena mereka melewati ruang lingkup yang "biasa" dan mereka akan menderita karena Anda, sebagai administrator, bertanggung jawab untuk driver perangkat tersebut. Anda juga akan menjauh dari platform komputasi yang konsisten. Mempunyai kemampuan untuk scan dan faks bukanlah hal yang buruk—tapi cabang harus mengerti bahwa meminta fungsi di luar yang biasanya membutuhkan biaya dan biayanya bisa lebih dari harga perangkat yang diminta.


Sediakan Support yang Cukup untuk User Cabang

Jangan biarkan user cabang menderita. Dinamika user cabang berbeda dengan user pusat. Bisa saja tidak ada sistem lain yang bisa digunakan, bisa saja tidak langsung ada orang untuk melakukan task bagi mereka, dan bisa saja ada pelanggan yang menunggu. User cabang yang tidak mempunyai staf TI lokal benar-benar sendirian dalam berbagai hal, dan Anda tidak ingin mereka merasakan hal yang sama dalam hal teknologi. Menyediakan layanan yang baik dari sisi administrasi penting bagi kesuksesan pengaturan TI.








Microsoft Windows Vista mempunyai beberapa layer sistem sekuriti tambahan dibanding Windows XP. Biasanya, ini merupakan hal bagus. Namun, layer sekuriti tambahan tersebut kadang mengganggu user. Salah satu contoh adalah Remote Desktop. Membuat koneksi remote desktop ke PC yang menjalankan Windows dari PC yang menjalankan Vista tidak mudah karena ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan pada waktu konfi gurasi.


Melakukan koneksi remote dari PC Vista di rumah ke komputer Windows XP di kantor  menjadi semakin biasa karena user rumahan membeli PC baru. Adopsi Vista oleh konsumen jauh lebih cepat dibanding pengimplementasian Vista di perusahaan oleh administrator jaringan.


Sebagai contoh di sini, kita asumsikan Anda telah mempunyai koneksi ke jaringan remote melalui VPN atau koneksi lainnya. Masalah yang akan dipecahkan adalah menyelesaikan koneksi remote desktop. Kita asumsikan juga PC Windows XP telah dikonfigurasi untuk menerima koneksi remote desktop.


Setelah membuat koneksi VPN, jalankan aplikasi Remote Desktop Connection (Start, All Programs, Accessories, Remote Desktop Connection). Tes kita di sini menggunakan Windows Vista Ultimate. Software koneksi remote versi Vista sangat mirip dengan aplikasi yang terdapat pada Windows XP. Kunci supaya koneksi bisa bekerja adalah Anda harus memasukkan nama lengkap remote PC.


Jika diperlukan, itu berarti Anda harus menambahkan nama domain di akhir nama PC workstation yang dituju. Formatnya akan sepert berikut: namaworkstationanda.domain.server. Tidak seperti Windows XP, software koneksi remote Vista akan melakukan otorisas pada waktu Anda mengklik tombol Connect.


Setelah mengklik OK, Anda akan melihat layar peringatan Vista menginformasikan bahwa beberapa fitur sekuritinya akan hilang karena ingin melakukan koneksi remote ke komputer Windows XP Tidak ada yang bisa Anda lakukan tentang ini selain menekan Yes Selanjutnya Anda akan melihat desktop remote PC.





Download paket instalasi situs web TightVNC. Pada contoh di sini, kita akan melakukan  full installation dengan  setting default. Secara default, file .vnc diasosiasikan dengan TightVNC Viewer. Jika Anda ingin sistem berfungsi sebagai VNC server atau system host, beri tanda centang () Register TightVNC Server as system service. Setelah proses instalasi selesai, reboot Windows. Pastikan TightVNC diset supaya berjalan sebagai service sistem. Dengan demikian, TightVNC dalam keadaan aktif pada waktu Anda ingin terhubung secara remote, meskipun tidak ada user hadir atau duduk di workstation remote.


Buat password untuk sesi TightVNC. Anda bisa memasukkan password dengan mengklik ganda ikon VNC dari dalam system tray Windows (atau jika tidak ada klik Start, All Programs, TightVNC, Launch TightVNC Server) dan masukkan password di bagian  Incoming Connections. Tentukan setting tambahan lainnya, seperti apakah Anda ingin men-disable penggunaan password kosong, meng-enable koneksi loopback, dan mencatat sesi ke log, dengan mengklik tombol Advanced. Setelah mengonfigurasi setting seperti yang diinginkan, klik Apply, lalu klik OK untuk menutup semua jendela yang terbuka.


Pastikan Windows  Firewall (dan semua software dan  hardware firewall lainnya) sudah  dikonfigurasi supaya  memperbolehkan traf-fic TightVNC. Pada tab  Exceptions Windows  Firewall, pastikan Tight-VNC Win32 Server sudah dicentang; jika tidak,  Windows Firewall akan memblokir koneksi yang akan dilakukan. Pada firewall lain, port 5900 mungkin dibutuhkan supaya traffic VNC bisa lewat dengan baik. (Implementasi VNC yang lain kadang-kadang menggunakan port 5500 dan 5800.) Untuk keamanan terbaik, tes konfi gurasi untuk mengetahui port minimum yang harus dibuka.


Lanjutkan proses dengan menginstalasi TightVNC pada system lokal dan kemudian lakukan langkah berikut untuk menghubungi sistem remote: buka TightVNC Viewer pada sistem lokal. Jendela Connection Details akan muncul. Masukkan nama remote VNC server yang ingin Anda hubungi. Jika Anda telah mengubah port default, gunakan port yang baru dengan menggunakan format berikut: workstationanda:port.


Klik Options untuk mengonfigurasi setting tambahan. Kotak dialog Connection Options akan muncul. Konfi gurasi setiap opsi yang dibutuhkan (misalnya menyembunyikan kursor remote dan membatasi pixel ke 8 bits pada jaringan yang lambat.), lalu klik OK. Anda akan dibawa kembali ke layar Connection Details. Klik OK untuk terhubung ke sistem remote. Masukkan password yang ditentukan pada sistem remote dan klik OK. Layar sistem remote akan tampil pada sistem lokal, sehingga Anda bisa melihat dan mengonfigurasi sistem remote dengan menggunakan workstation lokal atau server.